“Youth Speak” Indonesia Tangguh Part II

Mbak Rossi lagi ama Project Pop

Berhubung kemaren ini long weekend, tulisan gw tentang apa aja terjadi di auditorium Unand saat acara Rossy Goes to Campus baru bisa gw posting hari ini, oh ya bagi yang belum tau apa itu Rossy Goes to Campus, lw bisa liat di tulisan gw tentang “Youth Speak” Indonesia Tangguh.

Pembicara yang pertama yaitu seorang wakil mentri hukum dan ham Bapak Denny Indrayana, di acara ini beliau memberikan klarifikasi masalah pemberitaan media massa yang beberapa waktu yang lalu memberitakan kalau Bapak Denny menampar sipir lapas di Medan. “Pak Denny, apakah benar pemberitaan yang mengabarkan Bapak menampar sipir lapas di Medan” Mbak Rossy mencoba bertanya tentang pemberitaan tersebut.

“Sayang itu tidak benar, kalau itu benar masalahnya akan lebih mudah selesai, saya tinggal bilang, benar saya menampar sipir lapas di Medan, tapi sayangnya pemberitaan tersebut tidaklah benar” Pak Denny memberikan penjelasannya.

“Pak Denny, apakah Anda tidak merasa terlalu aktif daripada Mentri Hukum dan Ham sendiri, Anda kan cuma wamen, tapi kok Anda yang sering berhadapan dengan publik?” Mbak Rossy memberikan pertanyaan lagi.

“Sebenarnya saya juga merasa tidak enak dengan Pak Mentri, tapi beliaulah yang menyuruh saya untuk lebih tampil ke depan publik” Jawab Pak Denny.

Gw sih berharap pemberantasan narkoba di Indonesia itu benar-benar telaksana dengan baik, karena udah banyak banget temen-temen kita, saudara-saudara kita, artis-artis kita yang terjerat perangkap narkoba. Ngomongin masalah narkoba, waktu acara Rossy Goes to Campus di auditorium Unand, juga ada Pandji Pragiwaksono seorang comic, penyanyi, dan juga penulis. Beberapa waktu yang lalu Pandji pernah menyuarakan agar ganja dilegalkan di Indonesia, bagi yang belum ngerti mungkin bakal bilang

“Wah, Pandji udah gila” Toleak berteriak

“Udah ga bener nih orang” Rakrak mencaci

“Tangkap aja Pandji” Pinukiu ikut bersuara

“Suruh Pandji stand up di penjara Nusa Kambangan” loh kok jadi gini.

Baiklah, gw akan  coba menjelaskan kenapa mau melegalkan ganja, cekidot!

“Coba lw search aja di goggle, banyakan mana, orang mati gara-gara rokok atau ganja?” Pandji mulai menjelaskan alasan dia mau melegalkan ganja

“Ganja itu terbagi dua, ada hash(daun ganja) yang kalau dikeringin, trus dibakar bisa bikin lw giting, trus ada ham(batang ganja) yang kalaupun lw keringin satu karung, trus lw bakar, ga bakal bisa bisa bikin lw giting” Pandji melanjutkan penjelasannya

“Nah, serat ham(batang ganja) itu bisa diolah menjadi berbagai macam produk, sebagai contoh, Konstitusi AS  kertasnya dibuat dari serat ham, dan dari tahun 1787 sampai sekarang kertasnya masih bagus”

“Di China, kurang lebih 200 juta orang beranjak dari garis kemiskinan, karena pemerintahnya melegalkan ham untuk kepentingan industri, tapi hasnya tetap di-ilegalkan” Penjelasan Pandji bikin gw mangggut-manggut kayak mainan di dashbor mobil 😀

“Tapi yang jadi masalah, undang-undang di Indonesia melarang pemanfaatan ganja dalam bentuk apapun” Berarti ham(batang ganja) ga boleh dipake juga, walaupun manfaatnya banyak.

Jadi terungkap sudahlah alasan Pandji ingin melegalkan ganja di Indonesia, bukan buat bangsa ini giting trus ketawa-ketawa ga jelas, tapi untuk menyerap tenaga kerja baru, tapi ya itu tadi, sayangnya peraturan di Indonesia melarang pemanfaatan ganja dalam bentuk apapun. Tapi seandainya ganja berhasil dilegalkan di Indonesia, yang menjadi kekhawatiran gw bagaimana caranya para aparat penegak hukum dan pemerintah mengontrol agar hash(daun ganja) tidak disalah gunakan. Jadi ham(batang ganja) diolah, sedangkan hashnya dimusnahkan. Ada yang punya ide? Kalau ada silahkan isi di kolom komentar 🙂

lw juga bisa liat link ini dan ini untuk tau lebih jelas apa itu hemp dan hash.

Kemudian di acara Rossy Goes to Campus yang dilaksanakan atas kerjasama AISEC Unand dan EO Carano ini hadir pula Bapak Hasnul Suhaimi, beliau adalah CEO PT. XL Axiata, beliau merupakan pria kelahiran Bukittinggi, Sumatra Barat, 23 April 1957 dan menyelesaikan S1 di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1981. Dalam acara ini beliau berbagi tips agar bisa menjadi sukses.

  1. Menjaga integritasi
  2. Jujur
  3. Harus banyak bergaul
  4. Aktif dalam organisasi

Yang tidak kalah menarik dari narasumber lainnya, dia seorang perempuan, dulu sering main film Warkop DKI, dia adalah jeng jrengggg → Nurul Arifin, dulu seorang aktris, sekarang seorang anggota dewan di Senayan. Mbak nurul arifin bercerita tentang suka dukanya menjadi seorang anggota dewan perempuan, menurut Mbak Nurul, menjadi anggota dewan perempuan itu sangat penting, karena dengan adanya perempuan di Senayan, aspirasi dari perempuan bisa tersalurkan dengan baik, karena dia juga perempuan, sudut pandang seorang perempuan dengan pria jelas berbeda, oleh karena itu kehadiran sosok perempuan di DPR dianggap penting oleh Mbak Nurul. Selain suka tentu ada dukanya menjadi anggota dewan, duka menjadi anggota DPR, DPR di cap sebagai sarang koruptor, lebih banyak anggota dewan yang mementingkan kepentingan pribadi daripada kepentingan rakyat, padahal menurut Mbak Nurul tidak semua anggota DPR seperti itu. Saat ditanya bagaimana pendapat Mbak nurul tentang studi banding, Mbak Nurul menjawab kalau studi banding itu perlu, tetapi sebelum berangkat harus ada tujuan dan maksud yang jelas kenapa kita memilih suatu negara untuk studi banding.

Apa yang dapat menyatukan kita

salah satunya dengan musik

dangdut is music of my country my country oh my country

Perform Project Pop

Yap, ini juga menjadi daya tarik sendiri dari Rossy Goes to Campus, penampilan dari grup musik, dan di Unand yang perform Project Pop, penampilan Project Pop siang itu memancing para penonton untuk mendekati bibir panggung. Tadaaa, dan kebiasaan penonton pas liat artis adalah sibuk merekam penampilan artis tersebut, dan itu termasuk gw :p. Setelah membawakan beberapa lagu, akhirnya usai sudah acara Rossy Goes to Campus di auditorium Unand pada hari sabtu 5 mei 2012, menurut gw acara ini keren, inspiratif, dan disajikan dengan santai oleh Mbak Rosianna Silalahi. Gw berharap acara kayak gini sering-sering diselenggarakan di kota Padang. Gw mau ngucapin terima kasih buat Mbak Rossi, Mbak Nurul , Pak Denny, Pak Hasnul dan abang Pandji yang telah membuat gw ngerti alasan dia yang ingin melegalkan ganja, dan tidak lupa juga terima kasih buat AISEC Unand, EO Carano yang telah sukses menyelengarakan acara ini.

 

Follow me at Twitter: @ambocupu

Advertisements